Senin, 20 Juni 2011
how could it called "LOVE"
Selasa, 14 Juni 2011
tears !
Sabtu, 14 Mei 2011
moccafrio BROWNIES
Senin, 09 Mei 2011
Fenomena Merapi = Berkah atau Kutukan?
Tidak begitu lama setelah genting diderukan bencana banjir di Wasior, kini wilayah Yogyakarta yang mengalami guncangan serupa. Diawali oleh status merapi yang semakin meningkat setiap harinya sampai pada puncaknya, yakni pada tanggal 29 September 2010 silam, merapi mulai menumpahkan sebagian isinya ke wilayah di sekitarnya yang sebagian besar merupakan daerah yang terdapat di wilayah Kaliurang, Sleman, Yogyakarta. Intensitas letusan yang terjadi memang cukup besar dibandingkan letusan-letusan di tahun sebelumnya. Keparahan tingkat musibah ini ditandai pula oleh derasnya hembusan abu vulkanik merapi yang merambah sampai pada wilayah Yogyakarta selatan yang jaraknya berkisar 20-25 km dari puncak gunung merapi.
Kepanikan warga Sleman dan sekitarnya atas peristiwa tersebut pun kian mencekam. Sebagian besar dari mereka diungsikan menuju pos-pos pengungsian yang telah dipersiapkan dengan segala fasilitas yang terbatas. Korban jiwa pun mulai berjatuhan. Berdasarkan data yang terpajang di papan data pengumuman RSUP DR. Sardjito tercatat sekitar puluhan korban meninggal dunia dan beberapa diantaranya menderita luka-luka, dari jenis ringan sampai berat. Bahkan seorang pemuka terkenal dari merapi yang kita kenal sebagai juru kuncen merapi, Mbah Marijan tak luput menjadi korban atas keganasan letusan merapi. Oleh karenanya, bencana ini tak bisa dianggap sebagai bencana biasa mengingat begitu parahnya dampak yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut.
Aktivitas setelahnya, tanggal 30 September 2010, setelah letusan pertama merapi membuat kondisi Yogyakarta dan sekitarnya menjadi tidak begitu nyaman untuk disinggahi. Kondisi lingkungan yang dipenuhi oleh abu debu vulkanik menuntut warga masyarakat di wilayah tersebut untuk menggunakan masker dimanapun mereka berada sebagai upaya untuk menghindari bahaya iritasi saluran pernafasan ketika dengan tidak sengaja menghirup udara yang mengandung debu vulkanik merapi tersebut. Deru lintasan ambulance kian membuat genting suasana karena begitu banyak korban yang berjatuhan untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut dari rumah sakit pusat yang berada di selatan Yogyakarta. Banyak pemberitaan kemudian mengalihkan pemberitaan Wasior ke pemberitaan mengenai letusan merapi sejak saat itu baik di media cetak maupun elektronik. Begitu pula dengan trending topics di salah satu situs jejaring sosial terkenal yang kemudian memunculkan semacam bentuk doa dalam sebuah tagline yang tertulis #PrayforIndonesia.
Sebagai seorang mahasiswa perantauan yang menetap di Yogyakarta untuk hal akademik, peristiwa ini menjadi sesuatu yang langka untuk dialami. Beberapa mengaku khawatir dan takut akan keamanan kondisi Yogyakarta setelah letusan pertama merapi. Namun ada sebagian yang merasa cukup senang karena baru pertama kalinya menyaksikan fenomena alam yang tak lazim ditemui berupa letusan gunung merapi disertai dengan hujan abu vulkanik yang terlihat seperti hujan salju yang tak sebenarnya. Kondisi akademik terus berjalan seperti biasa karena pada saat itu dampak yang ditimbulkan memang belum sampai pada wilayah Universitas Gadjah Mada dan sekitarnya.
Tidak lama setelahnya, tepatnya sekitar 5 hari setelah letusan pertama, yakni pada tanggal 5 November 2011, Yogyakarta kembali dihebohkan dengan guncangan letusan merapi yang lebih besar dari sebelumnya. Kali ini letusan merapi yang keluar dini hari itu telah membuat radius jarak aman diperpanjang sekitar 25-30 km dari pusat merapi, artinya wilayah Universitas Gadjah Mada tak luput menjadi jarak batas minimal yang harus ditinggali oleh para pengungsi merapi yang pada kala itu berbondong-bondong berkelana turun ke selatan menjauhi merapi. Tak ayal lagi situasi dan kondisi menjadi lebih parah karena peristiwa ini terjadi begitu cepat sehingga membuat warga yogyakarta menjadi gusar dan resah akan peristiwa tersebut. Peliputan media, baik dari elektronik maupun cetak kini berlalu lalang di wilayah UGM dan sekitarnya. Beberapa gedung utama kampus UGM pun disulap secara singkat menjadi tempat-tempat penampungan ribuan pengungsi korban letusan merapi yang terlihat lelah dan pasrah akan segala nasib yang tengah menimpa mereka kala itu. Seperti itulah merapi, tanpa tanda dan gejala, dengan seketika meluluhlantahkan wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
Kegiatan perkuliahan di bebearapa perguruan tinggi Yogyakarta, termasuk Universitas Gadjah Mada praktis diistirahatkan sejenak, mengingat tidak kondusifnya situasi dan kondisi saat itu. Sebagai mahasiswa yang tak hentinya disibukkan oleh setumpuk tugas perkuliahan, praktikum serta beberapa aktivitas organisasi kelembagaan, hal ini menjadi sesuatu yang langka adanya karena jangka waktu libur perkuliahan yang diberikan ternyata cukup panjang, yakni sekitar satu minggu. Memang bukan hal yang terlalu “wah” untuk dibanggakan, mengingat pada saat itu banyak sekali mahasiswa perantauan yang akhirnya pulang menuju kampung halamannya masing-masing. Pusat penjualan agen perjalanan, terminal serta stasiun membludak dipenuhi calon penumpang ke berbagai tujuan. Sungguh tak dapat dibayangkan, ditengah kepedihan duka akibat letusan gunung merapi ternyata terdapat sedikit berkah bagi mereka, para civitas akademia yang rindu akan ayah dan bundanya dan kemudian memiliki kesempatan untuk berjumpa dalam beberapa waktu singkat sesuai dengan jatah libur kondisional akibat letusan gunung merapi.
“Fenomena Merapi = Berkah atau Kutukan?” merupakan suatu hal yang benar-benar kondisional untuk dijawab, tergantung dari siapa yang akan menjawab pertanyaan tersebut. Ketika kita kembalikan arah kacamata kita menuju korban merapi, dugaan sementara tertuju kepada pilihan selain dari kata “berkah”. Bagaimana dapat kita bayangkan secara tiba-tiba letusan merapi menimbulkan dampak yang begitu besar bagi saudara-saudara kita di Yogyakarta yang kemudian kehilangan rumah, harta, sumber penghidupan bahkan sanak saudaranya. Tentunya hal tersebut membuat kita merasa tercengang dan terluka ketika kita membayangkan untuk memposisikan diri menjadi bagian dari mereka, para korban letusan merapi.
Namun, dibalik semua itu, letusan merapi tidaklah semata-mata menjadi suatu gambaran yang bersifat negatif untuk dipandang. Yakinilah, bahwa “Allah tidak akan memberikan suatu musibah/cobaan diluar kemampuan hamba-Nya”. Dan hal serupa cukup tergambarkan dalam deret peristiwa luar biasa yang dapat kita ambil contoh bagaimana seharusnya sikap terbaik kita dalam menyikapi permasalahan hidup dan bencana.
Pada saat bencana letusan merapi melanda, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang kemudian menutup mata seraya tidak mempedulikan akan kepedihan di wajah saudara-saudara kita yang menjadi korban dari bencana tersebut. Bantuan deras datang silih berganti. Berbagai kelompok masyarakat bahu-membahu membuat kotak amal sumbangan untuk korban merapi. Kita mampu melihat sendiri bahwa koordinasi serta kesatuan dan persatuan masyarakat Indonesia seketika memuncak. Masyarakat yogyakarta yang tidak mengalami dampak langsung merapi, seketika berubah haluan menjadi agen terdepan sebagai relawan di beberapa lokasi pengungsian tempat korban letusan merapi tinggal. Banyak dari mereka mengakui bahwa mereka tak pernah mengenal teman-teman penolong satu tim mereka sebelumnya, namun dengan cepat mereka mampu bekerjasama secara lancar tanpa perlu canggung karena belum mengenal satu sama lain. Rasa persaudaraan yang mereka rasakan begitu erat. Musibah itu kini telah merubah secara positif hati dan fikiran bersama-sama menanggung kesedihan dan berbagi semangat kembali menuju arah kehidupan yang lebih baik. Banyak kemudian diantara mereka yang benar-benar merasakan sulitnya keadaan yang harus dijalani oleh teman-teman di pengungsian sebagai suatu tahap pembelajaran diri bahwa hidup sesungguhnya tidak selalu dalam keadaan mudah dan nyaman.
Begitu halnya yang dirasakan oleh teman-teman relawan peduli merapi yang secara nyata menggambarkan rasa syukurnya kepada Allah karena telah diberikan kesempatan untuk bisa membantu dan menemani para korban pengungsian di sebuah stadion besar daerah Maguwoharjo. Dengan kejadian ini, banyak sekali pembelajaran yang dapat diambil, seperti bagaimana cara untuk menggunakan air sehemat mungkin karena terbatasnya pasokan air saat itu, padahal pada kondisi normal seringkali kita menghambur-hamburkan air untuk mandi berjam-jam dalam cakupan bath-tub berukuran besar. Pelajaran lainnya yang tak kalah bermakna adalah betapa bersyukurnya kita ketika saat itu mendapatkan porsi makan walaupun hanya berisi nasi yang terkadang sangit dengan sedikit potongan tempe dan irisan kacang panjang menjadi suatu santapan yang luar biasa lezatnya ketika dinikmati bersama-sama dengan korban pengungsian dengan diiringi selingan gerak canda dan senyum mereka yang terlihat sepintas terlupakan oleh bencana. Bagaimana kemudian tertidur diatas selembar alas koran menjadi sebuah tempat tidur terempuk yang tak akan terlupakan ketika bersama-sama tergeletak sejenak melepas lelah di barak pengungsian bersama ribuan pengungsi dan relawan lainnya menembus dinginnya malam menanti harap agar kemudian bencana ini cepat berakhir.
Makna akan kehidupan yang penuh akan makna ternyata tidak hanya menjadi suatu berkah pembelajaran bagi para relawan yang setia mendampingi para korban letusan merapi saja, melainkan juga kepada para korban sendiri yang tertimpa musibah secara langsung. Perlu diketahui, bahwa kebanyakan para korban tersebut merupakan masyarakat dengan tingkat menegah ke bawah yang seringkali luput akan pelayanan gizi dan kesehatan secara memadai. Bersamaan dengan bencana ini, beberapa bentuk pelayanan gizi dan kesehatan mulai mendekati para korban bencana seraya memberikan suatu bentuk fasilitas agar kondisi kesehatan mereka terpantau dalam keadaan sehat. Beberapa diantara mereka secara terkontrol mendapatkan beberapa bentuk pelayanan gizi dan kesehatan yang sebelumnya belum pernah mereka dapatkan. Mahalnya biaya yang harus dibayarkan menjadi salah satu kendala bagi mereka untuk tidak mendapatkan pelayanan gizi dan kesehatan secara optimal. Namun hal tersebut berbeda pada saat mereka terpapar bersama di barak pengungsian. Disini, beberapa bentuk layanan kesehatan diterima secara gratis dan kualitas kesehatan mereka cukup terpantau aman karena faktor kesehatan menjadi hal nomor satu yang diutamakan ketika status mereka masih sebagai pengungsi.
Bentuk layanan lain yang dapat dirasakan sebagai tambahan benefit bagi kaum pengungsi adalah terbentuknya pendidikan mini di barak pengungsian yang terkadang menjadi suatu hal jarang untuk ditemui. Walaupun dengan fasilitas terbatas, namun pelayanan pendidikan khususnya terapi psikologis pasca bencana kerap mereka temukan disini. Banyak hal berbeda yang diajarkan oleh para relawan mengenai konsep pembelajaran menarik yang kemudian disukai oleh adik-adik pengungsi dan dimaknai sebagai suatu cara pembelajaran sambil bermain yang tidak pernah mereka dapatkan sebelumnya. Disini mereka disuguhi oleh beberapa permainan atraktif yang terkadang belum pernah digunakan oleh beberapa sekolah dasar pada umumnya. Tentunya hal ini menjadi sesuatu hal baru yang dapat menimbulkan kesan berbekas di hati adik-adik pengungsian.
Sekelompok mahasiswa perantauan yang tidak terlibat sebagai pengungsi ataupun relawan juga tertimpa berkahnya. Mendapatkan jatah libur mendadak selama 1 minggu memang bukan semata-mata hadiah yang luar biasa. Tetapi, secara nyata hal ini menjadi sensasi berkah tersendiri dimana secara tiba-tiba mereka diperkenankan untuk mendapatkan beberapa waktu sejenak menghela nafas dari padatnya aktivitas perkuliahan untuk kemudian berkumpul bersama dengan sanak keluarga tercinta di kampung halaman. Hal ini agaknya menjadi sedikit ironis dimana teman-teman lain menjadi relawan tinggal berdesakan dengan para pengungsi di barak pengungsian, namun beberapa lainnya justru memilih pulang ke kampung halaman untuk beristirahat dan berlibur sejenak selama seminggu lamanya. Akan tetapi, kita kembalikan kembali dimana kita meletakkan sudut pandang kita dalam menyikapi fenomena hal tersebut. Masing-masing dari mereka tentunya mendapatkan beberapa manfaat tersendiri dari jalan mana yang mereka pilih, sebagai seorang relawan ataukah mahasiswa yang rindu untuk pulang ke kampung halamannya.
Ketika kemudian ditanyakan sekali lagi, “Fenomena Merapi = Berkah atau Kutukan?” bagaimana kemudian jawaban atas pertanyaan itu kembali kepada kita yang akan menjawabnya. Sudah saatnya cara pikir masyarakat Indonesia tidak lagi berhaluan ke arah negatif untuk menyikapi bencana yang terjadi akhir-akhir ini. Walaupun tidak ringan, namun kita disini tidak sendiri untuk menerima dampak bencana tersebut. Ketika kita benar-benar menyadari bahwa bencana tersebut bukanlah sebuah kutukan maka kita akan benar-benar merasakan bahwa dibalik kesedihan tersebut tersimpan sebuah berkah bagi kita semua, baik yang secara langsung mengalami maupun tidak untuk kemudian menyadarinya ada suatu titipan rasa kasih sayang Allah swt yang patut dimaknai bersama dibalik peristiwa bencana.
Sekian .
pssst, ini pengalaman pertama saya menulis untuk Annes (Annual Essay Competition 2011)memang masih belum mendapatkan juara, wong nilainya juga ga tinggi-tinggi banget, karena saya puas telah mencoba di tengah kepadatan jalan raya, hehehe! maksutnya kepadatan tugas, next time ikut lagi ah .... Do what you wanna do :D get what you wanna get :D keep spirit, people !
MER at Gunung Api Purba, Gunungkidul








Minggu, 08 Mei 2011
medical emergency rescue
Kamis, 05 Mei 2011
How deeep is your love ?
I feel you touch me in the pouring rain
And the moment that you wander far from me
I wanna feel you in my arms again
And you come to me on a summer breeze
Keep me warm in your love
Then you softly leave
And it's me you need to show
How deep is your love?
How deep is your love
How deep is your love
I really need to learn
'Cause we're living in a world of fools
Breakin’ us down
When they all should let us be
We belong to you and me
I believe in you
You know the door to my very soul
You're the light in my deepest, darkest hour
You're my saviour when I fall
And you may not think I care for you
When you know down inside
That I really do
And it's me you need to show
How deep is your love?
How deep is your love
How deep is your love
I really need to learn
'Cause we're living in a world of fools
Breakin’ us down
When they all should let us be
We belong to you and me
And you come to me on a summer breeze,
Keep me warm in your love
Then you softly leave
And it's me you need to show
How deep is your love?
How deep is your love
How deep is your love
I really need to learn
'Cause we're living in a world of fools
Breakin’ us down
When they all should let us be
We belong to you and me
Minggu, 01 Mei 2011
coq au vin dan consomme calestine
Jumat, 22 April 2011
reflection
tiba-tiba gue tersadar sendiri akan sesuatu,
terpaksa mengucapkan happy 19th, miera :D
happy birthday mieraa..
Sabtu, 09 April 2011
bahwa setelah ini ada akhirat
Kamis, 07 April 2011
it is LOVE?
Minggu, 03 April 2011
sunday time
Sabtu, 02 April 2011
sakit tenggorokan = menyebalkan :(
yap, sakit tenggorokan yang selalu saja membuat mood dan semangat saya anjlok turun !
why?
1. banyak virus berkeliaran di udara
2 cuaca jogja yang ga asik bgt, sebentar terik matahari, 5 menit kemudian hujan deres -________- *langitnya galau !
3. daya tahan tubuh anjlook! banyak pikiran, stress menjelang ujian dan teman2nyaa.
4. kurang nutrisi, makan ga mikir komposisi hidangannya apa
5. kebanyakan ROS tanpa diiringi oleh peningkatan antox
6. gapernah makan buah
7. kecapekan dan kebanyakan pollutan, khususnya malam ini
well, akibatnya, merusak MOOD, jujur yaa sebenarnya sy benci bgt kalau mood sy sedang turun seperti ini, kelihatan tak bersemangat! mau belajar males, jalan males, kerja males, apapun MALES -,-
dan akhirnya menimbulkan efek negatif bagi lingkungan sekitar, mulai dari ketidaknyamanan sampai ketidaksemangatan -____-
apapun itu, saya memang benci banget dengan sakit tenggorokan, karna kalau sudah sakit seperti itu, butuh proses yang sangat lama sampai sy benar2 pulih dan sehat kembali, di lain pihak cuaca dan aktivitas tak mendukung, akhirnya mudah banget lemah sama serangan penyakit yang satu ini :(
oiyaaaa, apes ga apes, tp sy apes lg karena tak sengaja menghilangkan uang danus nih, gatau keseliwer dimana itu uang ilang tiba2 -__________- jengjengjeng, alhasil sisihin uang bulanan buat ganti uang danus, zz itung2 amal ya Allah,amin. toh duit juga sifatnya ga kekal , ya ga guys ?? :D
akhir kata, cukup sekian, karna sy juga sdh terlalu lelah, selamat belajar bagi yang besok akan UTS, dan jangan lupa berdoa sebelum tidur yaa :)
nite, , ,
Jumat, 01 April 2011
MEI apa kabar nanti? -____________-
cuacanya ceraah, enak, siap bgt deh buat disambut... nanananananana.. kuliah berakhir sampai pukul 11.10 lalu kemudian pindah tongkrongan ke meja samping bursaa..
mendung-mendung, dan beberapa menit kemudian ,,,,
HUJAAAAN DERASSSS BANGEEET !!! TT.TT
pertama, sudah jam 12 lebih dan saya belom sholat, kedua, saya sudah seharusnya berangkat prktikum ke FTP namun hujan tetap deras mengguyur, alhasil telaaat, kehujanan, basah kuyup, and unprepared -,-
setelahnyaaa, ada sebuah rapat besar sebuah acara tahunan kampus, dan setelah menimbang dan berfikir,, ternyata oh ternyata, ada 3 buah BIG EVENT di bulan MEI 2011 yang bener2 gatau gimana nantinya bisa ngebagi waktu untuk acara2 tersebut, dilain pihak bulan JUNI nya udah UAS plus responsi2 praktikum -________________________-
bener2 ih waw banget deh! salut *tepuktangan. jangankan buat bulan MEI, UTS yang tinggal 2 hari aja juga ga keliatan nih disebrang mata.. *zzz
maknanya adalah --> ga perlu deh lo pikirin kejadian apa yang bakal terjadi minggu2 depan atau bulan depan dengan segala ke-hectic-an agenda lo, jalanin aja.. kalo mulus ya syukur, kalo bergejolak ya pasrah -_________-
Kamis, 31 Maret 2011
one litre of tears
sebuah serial jepang menguras airmata! siapa sih yang ga tau sm film ini * banyaaaaaaak =,=.. well, apapun itu, di episode ke 8 yang cukup menguras air mataa (*banjir lohh, nahh loh ... ) menuai beragam arti..
yap there's the messagge :
"what's wrong with the falling down, you can always stand up again !"
really, trust it!
betapa sebuah contoh besar dalam hidup saat dimana kita jatuh dan merasa ga mampu bangkit, maka buanglah anggapan itu, lihat sekeliling, mereka BISA, mengapa saya tidak??
yak, intinya adalah sebuah motivasi kuat dalam diri untuk bisa berbuat lebih. ketika teman2 lain terlelap di kelas, mengapa saya tidak bisa untuk tetap terjaga. ketika teman2 sudah terlelap dimalam hari, mengapa tidak mungkin jika kita kita mencari ilmu dari berbagai sumber yang tersedia. ketika mereka membelanjakan dengan semakmur mungkin, mengapa kita malu dengan memperthankan pakaian lusuh kita yang berpudaran noda.
apapun itu, Allah memang telah memperhitungkan nya dengan adil, walaupun memang terkadang terlihat setengah2, maka sesungguhnya tidaklah demikian, yang ada hanya dua pilihan, baik/buruk. ringan/berat. kaya/miskin, lapang/sempit. hidup/mati.
jadi, fikirkanlah untuk kemudian menjadi satu pilihan yang terbaik, positif atu negatif?
bukan berarti dengan hal yang mudah dan cepat kita mendapatkan hasilnya, namu proses itulah yang mendewasakan kita untuk kemudian benar2 memahami jalan mana yang akan kita pilih. . .
sebuah titipan pesan untuk amiera fadhillah (maaf jika salah penulisan, mier, hehe)
HAPPY BIRTHDAY TO you ... :) wish you luck in everything .. happy 20th :D
yogyakarta, 31 Maret 2011 22.09
di mulai kembali ..
dimulai kembali nih serial tulis menulisnyaaa.. insya Allah bisa lebih rajin lagi.
just show up what you feel, then see what will it come next day ..
let's enjoy writting, people :D
Senin, 12 Juli 2010
maunyaa apa seh ???
dan gw sedang terpenjara sepi di kosan selam kira-kira 5 hari.
sebenernya gw pun maunya nulis ini doi blog gw, tapi berhubung yang punya blog agak gaptek dan tidak ditunjang dengan koneksi internet yang sangat memadai jadilah hanya menulis di notes facebook.
kenapa harus MENULIS ?
awalnya, gw suka baca novel dari jaman gw sd , jaman dimana gw baru bisa baca kalimat, haha :)
nah, gw paling suka kalo dapet buku bahasa indonesia soalnya banyak bangte deh tuh edisis bacaannya .. dan itu langsung gw lahap (berasa harimau deh yaa ) dalam 1 hari. . yaa itulah gw sukaa baca cerita :) dan gw jadi tertarik untuk membuat cerita yang tidak kalah menariknya. . dan gw ngerasa nulis itu gampang (tinggal sediain pulpen sama kertas ajee XD)
sampe-sampe gw janji sama diri gw sendiri bakalan jadi penulis terkenal someday , AMIN , big hopee :))
nah, masalahnya gw nya itu yang ga pernah mencoba untuk memulai karena 1 alasan klasik banget , yakni : MALAS, jenggjengg .. semoga cepet sembuh deh yaaa :))
sebenernyaa gw ga mau bahas itu .. tapi.. gw mau bhas tentang gw disini, disaat banyak bgt waktu kosong yang Allah kasih ke gw. sumpah yaa.. gw bingung untuk melakukan apaa..
jadilah beberapa hari ni agak kurang guna juga yaa..
padahal kalo gw lagi sibuk-sibuknya kuliah, gw berharap banget Allah kasih waktu gw untuk sekedar tidur sejenak ajaa.. dan gw udah planningin waktu libur nanti untuk ngelakuin kegiatan yang manfaat banget kayak olahraga, masak, beres-beres, nulis, baca, daur-ulang, nyulam, and bla-bla....
tapi nyatanyaa kawan ...
jauh dari perkiraaan . haha , KLASIK ..
yah mungkin emang Allah kasi waktu sejenak untuk beristirahat tanpa beban .
tapi lama-kelamaan ...
BOSAAANNN .. grrhh..
okelaaah , bahkan terkadang sempat terlintas , kenapa ga kuliah ajaaa ..
jengg-jengg ..
pernyataan macam apa itu .. -_________-
Selasa, 11 Mei 2010
a moment to remember
well, udah banyak banget yang pengen gw tulis dan gw ungkap. namun berhubung terbatasnya waktu dan kesediaan (lebih tepatnya tingkat kemalasan yang tinggi) jadi baru posting lagi saat ini deh..
hemm, baru aja sekitar 7 mwnit yang lalu gw selesai nonton sebuah FILM DRAMA KOREA berjudul A MOMENT TO REMEMBER yang sumpahh yaa,.. bikin air mata bombai mengalir deras sederas air terjun grijogan sewu .. (LEBAY!!). well, tapi.. disini nangis nya ga sekadar buang air mata yang sebenarnya banyak fungsinya juga si. tapi ada beberapa pelajaran hidup yang dapat diambil dari FILM yang berdurasi sekitar 2 jam tersebut.
okelahh , disana masalah percintaan nya bagus banget!! so ROMANTIC bikin iri.(Huuuuuu ......) ..... dimana kedua belah pihak bisa saling menerima dan mengasihi satu sama lain. cintanya itu loh booo!! tulus banget !! hhahahhaa :DD
ada 1 pelajaran lagi yang bagus banget buat dimengerti dan diambil, tercermin dari sosok cewe dalam peran tersebut. dia cewe biasa, polos, pelupa, dan lain sebagainya. namun, dia begitu memerankan perannya sebagai cewe yang luar biasa kebaikan hatinya. dia bisa menularkan suatu sifat PEMAAF bagi orang lain didekatnya. selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik dan menjadi manfaat bagi orang terdekatnya. tidak pernah ingin menyakiti hati seseorang terdekatnyaa. intinya jadi manfaat deh
by the way anywat busway .. jadi manfaat. entah mengapa kata itu kok rasanya tajam betul menusuk hati sanubariku yaa.??!
seberapa besar sih kita udah bisa jadi MANFAAT bagi orang-orang disekeliling kita ??
seberapa untungnya si keberadaan kita untuk mereka-mereka ??
manusia memang tak luput dari salah. tak luput dari keEGOISAN, tak luput dari LABA yang melimpah.
terkadang untuk segala sesuatu kita menanyakan, seberapa besar sih manfaat kita jika kita masuk universitas itu ? seberapa besar sih keuntungan kita join di perusahaan itu? seberapa enak sih temenan sama komunitas itu ? seberapa terkenalnya kita nanti bisa join sama organisasi itu ???
well, nyadar ga nyadar, tanpa sengaja ataupun disengaja, kita selalu berusaha mendapatkan HASIL/LABA yang sebesar-besarnya untuk segala sesuatu yang kita pilih seperti contoh diatas. bukannya salah, justru itu pas banget sama salah satu bunyi hukum perekonomian, tepatnya hukum biaya produksi (padahal baru tadi pagi kuliahnya), ehmm. ya begitulah dimana kita sebisa mungkin berusaha mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari biaya yang dikeluarkan sekecil-kecilnya.
hemm. tapi konteksnya disini mulai berubah kita pandangan kita selalu saja tertuju pada KITA SEBAGAI OBJEK UTAMA. bukankah pada dasarnya kita belajar untuk membangun bangsa? bukankah kita sebenarnya kita bekerja untuk berkarya ? bukankah kita berteman untuk membantu sesama dan bukankah kita berorganisasi untuk berkontribusi?
well, sekali lagi, kalian ga salah, kita ga salah juga kok, semua itu adalah proses pembelajaran yang akan membuat kita lebih mengenal lebih dalam arti sebuah keberadaan kita untuk orang lain. dan inspirasi tadi hanya untuk sekadar mengingatkan saja bahwa sebenarnya bukan kita lah sebagai objek utama, namun mereka lah yang menjadi objek utama, untuk menjadi MANFAAT bagi sekeliling dengan sebuah moment to remember :)